Level 1 — Fondasi Manusia



Cara kerja otak manusia saat mengambil keputusan.



Kondisi tubuh (lapar, ngantuk, sakit).
sedang merasa apa?
Motivasi (ingin aman, dihargai, dicintai, berkembang, memiliki kebebasan, dll.).
Dia sebenarnya ingin apa?
Emosi (senang, takut, marah, kecewa, bangga, lega...).
Nilai (prinsip hidup yang dianggap penting).
Tujuan (target yang ingin dicapai).
sedang mengejar apa?
Logika (analisis dan pertimbangan).

Mengapa orang percaya begitu cepat.



Orang yang Sudah dikenal
Konsisten (sering memperlihatkan bukti)
Pernah terbukti (maka yg ke 2x, kita sudah percaya)
Direkomendasikan orang yang dipercaya
Polanya :
Kepercayaan bukan muncul karena kata-kata. Kepercayaan muncul karena pengalaman.
Tapi kepercayaan terbagi 2

  • Bisa karena pengalaman
  • Bisa karena Persepsi

Detail persepsi :

  • Berpenampilan Meyakinkan (sehingga kita merasa kecil risiko kita di bohongi, semakin kecil resiko semakin mudah orang percaya)
  • Semakin perilaku seseorang sesuai dengan ekspektasi kita, semakin mudah kita percaya.
  • perilakunya menunjukkan bahwa dia tidak mengancam. (menunjukan sinyal2 yang di tangkap orang sebagai orang baik)


Bias-bias psikologi yang memengaruhi pikiran.

Otak cenderung mempercayai informasi yang mendukung apa yang sudah ia yakini.
Confirmation bias (otak sering mengisi bagian yang kosong dengan ceritanya)

Kenapa manusia sering tidak mengatakan apa yang sebenarnya mereka inginkan?

Bagaimana kalau ditolak?
Bagaimana kalau dianggap manja?
Bagaimana kalau terlihat terlalu membutuhkan?
Bagaimana kalau ternyata dia memang tidak peduli?
Tidak ingin di remehkan

Mengapa perhatian manusia sangat mudah diarahkan?

Otak Manusia bukan menangkap semua hal, tetapi menyaring.
Otak akan fokus pada, apa yang sedang penting baginya saat itu.
"magnet" yang hampir selalu menarik perhatian manusia
  • Gerakan mendadak.
  • Wajah manusia.
  • Nama kita sendiri.
  • Ancaman.
  • Hal yang baru.
  • Hal yang belum selesai.
Otak adalah mesin prediksi.
Perhatian yang kita buat, akan di buat prediiksinya oleh otak maka menjadilah Ekspektasi
Peristiwa
Perhatian (apa yang dilihat?)
Ekspektasi (apa yang diprediksi?)
Asumsi (apa yang dilengkapi?)
Makna (apa artinya bagiku?)
Emosi
Ingatan (apa yang akhirnya kusimpan?)
Respon
Skip dulu
  • Mengapa manusia lebih ingin dipahami daripada menang.
  • Emosi sebagai sinyal, bukan musuh.
  • Blind Spot (hal yang kita tidak sadari tentang diri sendiri).
  • (Opsional) Bagaimana kebiasaan membentuk cara berpikir.

Level 3 — Seni Bertanya




Pertanyaan yang membuat orang mau bercerita.


Menggali pengalaman.

Manusia jauh lebih suka menceritakan:
  • pengalaman
  • perasaan
  • pelajaran
  • cerita

Orang curhat bukan karena ditanya.

Tetapi...

Karena merasa aman.


Tanda orang merasa aman

Jawaban mulai panjang. Mulai memakai contoh. Mulai berkata.
"Sebenernya..."
"Jujur ya..."
"Aku belum pernah cerita ini..."

Semakin seseorang merasa dipahami, semakin terbuka dia menerima masukan.



Teknik yang dipakai orang-orang yang enak diajak ngobrol


Pakai salah satu dari tiga kalimat ini:
"Ceritain lagi dong."
"Terus gimana?"
"Habis itu apa yang terjadi?"

Kembangkan Jawaban


Rumus emas

Dengarkan.
Pilih satu kata yang menarik.
Perbesar.
Ulang.

Level 1 — Fondasi Manusia


  1. Cara kerja otak manusia saat mengambil keputusan.
2. Mengapa orang percaya begitu cepat.
3. Bias-bias psikologi yang memengaruhi pikiran.
4. Cara membangun kepercayaan (rapport).

Level 2 — Seni Mengamati


  1. Melatih mata melihat detail.
  2. Membaca bahasa tubuh (tanpa menganggap satu gerakan selalu punya satu arti).
  3. Membaca ekspresi wajah.
  4. Mengenali pola bicara seseorang.
  5. Mengamati lingkungan untuk mendapatkan petunjuk.

Level 3 — Seni Bertanya


  1. Pertanyaan yang membuat orang mau bercerita.
  2. Pertanyaan yang menggali tanpa terasa menginterogasi.
  3. Pertanyaan yang membuat lawan bicara merasa dipahami.
  4. Pertanyaan yang mengubah suasana canggung menjadi akrab.
  5. Pertanyaan yang membuat pasangan lebih terbuka.
  6. Pertanyaan yang dipakai profiler saat belum tahu faktanya.
  7. Kesalahan bertanya yang membuat orang langsung menutup diri.

Level 4 — Persuasi Etis


  1. Framing.
  2. Anchoring.
  3. Storytelling.
  4. Teknik memengaruhi tanpa memaksa.
  5. Cara mengubah penolakan menjadi diskusi.

Level 5 — Teknik Mentalisme


  1. Cold Reading.
  2. Hot Reading.
  3. Barnum Effect.
  4. Suggestion.
  5. Misdirection (mengalihkan perhatian).
  6. Teknik membaca respons lawan bicara.


Level 6 — Komunikasi Tingkat Tinggi

  1. Public speaking.
  2. Negosiasi.
  3. Membangun karisma.
  4. Berbicara dengan percaya diri.
  5. Mengendalikan emosi saat berbicara.


Level 7 — Penerapan

  1. Untuk marketing.
  2. Untuk closing penjualan.
  3. Untuk membuat konten viral.
  4. Untuk memimpin tim.
  5. Untuk kehidupan sehari-hari.
-